Index Asia Outlook

Pergerakan bursa saham Asia kembali stabil di puncak pekan terbaiknya dalam hampir enam bulan terakhir, disaat investor di penjuru dunia masuk ke dalam pasar ekuitas dan ditopang data ekonomi yang kuat mulai dari Amerika Serikat (AS), Eropa, hingga China.

 
Indeks Topix Jepang naik 0,6% pada pukul 9.06 waktu Tokyo, perdagangan hari ini, Jumat (5/1), sedangkan indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,5%. Pada saat yang sama, indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 0,6% dan indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,4%.

 
Indeks MSCI Asia Pacific pun siap memperpanjang penguatan dari level tertinggi sepanjang masa yang dibukukan pada perdagangan Kamis (4/1). Adapun indeks MSCI Emerging Markets berada di level yang belum pernah terlihat sejak 2011.

 
Dilansir dari sumber Bloomberg, indeks saham acuan mulai dari Tokyo hingga Sydney berada di teritori hijau setelah bursa saham AS kembali mencatatkan rekor tertingginya pada akhir perdagangan Kamis (4/1), dengan Dow Jones menembus level 25.000. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 0,61% atau 152,45 poin di level 25.075,13, indeks S&P 500 menguat 0,40% atau 10,93 poin di 2.723,99, dan indeks Nasdaq Composite berakhir naik 0,18% atau 12,38 poin di level 7.077,92.

 
Wall Street telah memulai tahun 2018 dengan catatan yang positif. Indeks acuan S&P 500 ditutup di atas level 2.700 untuk pertama kalinya pada perdagangan Rabu (3/1), sedangkan Nasdaq menembus level 7.000 sehari sebelumnya.

 
Data sektor manufaktur dan jasa yang kuat dari negara berkekuatan ekonomi terbesar di dunia tersebut memberikan sentimen bullish pada perdagangan Kamis. Data lainnya menunjukkan peningkatan kepegawaian oleh para pengusaha swasta AS pada bulan Desember.

 
Sebelumnya, aktivitas sektor jasa China dilaporkan tumbuh dengan laju terbaiknya dalam lebih dari tiga tahun pada Desember. Yang terus mendukung index saham hang seng menguat ke level tertingginya.

 
Di sisi lain, dolar AS bergerak menuju pelemahan untuk pekan keempat berturut-turut karena ekspansi ekonomi global mendorong investor untuk melihat pasar dengan valuasi lebih rendah dan prospek pengembalian return yang lebih baik.

 
Perhatian pasar saat ini selanjutnya beralih pada laporan ketenagakerjaan AS yang akan dirilis hari ini pukul 20.30 WIB, untuk membuktikan Kelanjutan momentum negara ekonomi terbesar di dunia tersebut.

 

Menurut survei Bloomberg, laporan ketenagakerjaan AS diperkirakan menunjukkan kenaikan nonfarm payroll sebesar 190.000 pada bulan Desember, dibawah kenaiakan sebelumnya sebesar 228.,000.