Oil Outlook

Harga minyak mentah dunia ditutup melemah pada sesi perdagangan Jum’at (55/1) melemah setelah pasar nampak resah melihat lonjakan yang terjadi pada produksi minyak mentah AS.

 
Produksi minyak mentah AS yang melonjak mendekati level tertinggi telah mendorong penguatan harga minyak nampak tertahan.

 
Dalam laporan EIA pada pekan lalu menunjukkan bahwa produksi minyak mentah AS melonjak sebesar 28.000 barrel per day mendekati level tertinggi pada 9.8 juta barrel per hari.

 
Merespon laporan tersebut, harga minyak nampak tertahan untuk melanjutkan penguatan meski laporan jumlah kilang minyak aktif AS tercatat turun pada level 742 dalam sepekan terakhir dari 747 pada pekan sebelumnya.

 
Disesi perdagangan Jum’at (5/1), harga minyak spot ditutup turun tipis – yakni sebesar 35 sen atau 0.57% berakhir pada level $61.54 per barrel, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $62.02 dan serendah $61.09.

 
Sementara dipasar minyak mentah berjangka Crude Oil kontrak Februari ditutup turun sebesar 57 sen atau 0.90% berakhir pada level $61.41 per barrel di Divisi New York Mercantile Exchange.

 
Brent Crude kontrak Februari ditutup turun sebesar $0.45 atau 0.70% berakhir pada level $67.62 per barrel di Divisi ICE Futures Exchange London.

 
Memasuki sesi perdagangan hari ini, pasar minyak diperkirakan akan bergerak flat ditengah minimnya data.

 
Kekhawatiran seputar lonjakan produksi minyak AS nampaknya akan cenderung membatasi pergerakkan harga minyak.

 
Menurut analis dari PT. Global Artha Futures. secara Teknikal , Hari ini harga minyak diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran $62.20 – $60.20.

 
Day Range : $62.20 – $60.20
Outlook / Trend : Positif