Pasar Ekuitas Jatuh, Emas Stabil

Harga emas stabil pada hari Selasa (06/02/18), didukung oleh sebuah penurunan di pasar ekuitas global namun ditekan oleh ekspektasi kenaikan suku bunga AS tahun ini. Spot emas sebagian besar tidak berubah pada 1,338.62 dollar per ounce pada pukul 0112 GMT, setelah naik 0,5 persen pada hari Senin.

Logam mulia ini pada hari Jumat turun 1,2 persen dalam jumlah terbesar penurunan satu hari sejak 7 Desember. Pekan lalu, emas mengalami penurunan mingguan terbesarnya sejak pekan yang berakhir 8 Desember.

Emas berjangka AS naik 0,4 persen pada 1,342 dollar per ounce. Federal Reserve AS minggu lalu memepertahankan suku bunga tidak berubah, namun menaikkan outlook inflasi dan “lebih jauh bertahap” menaikkan tingkat suku bunga.

Pasar saham dialihkan ke seluruh dunia menyusul kebangkitan Inflasi AS meningkatkan kemungkinan bahwa Fed akan memperketat kebijakan lebih agresif dari perkiraan sebelumnya. Namun tingkat suku bunga AS melonjak pada hari Senin akibat pedagang memutar kembali harapan yang akan dilakukan oleh Federal Reserve untuk mempercepat laju kenaikan suku bunga yang dibangun dari aksi jual dramatis di saham Wall Street, dengan Dow melemah lebih dari 1.000 poin.

Dengan harga palladium melonjak hingga rekor tertinggi bulan lalu, efeknya bisa dirasakan di industri otomotif seperti produsen catalytic converter yang mempertimbangkan untuk meningkatkan kualitasnya dan dapat mengubah campuran logam dalam produk mereka.

Impor emas India pada bulan Januari turun ke level terendahnya 17 bulan karena harga rebound dan pembeli menunda pembelian dengan harapan pemotongan pajak impor, menurut data sementara dari konsultasi logam mulia GFMS dan dealer bank.