Emas Pertahankan Kerugian Karena Dollar Menguat

Harga emas bertahan dengan kerugian dari sesi sebelumnya pada hari Kamis (08/02/18), setelah logam mulia jatuh ke posisi terendah empat minggu karena dollar yang menguat di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga AS.

Spot emas turun 0,2 persen pada 1,315.22 dollar per ounce, sampai pukul 0112 GMT. Harga menyentuh level terendah sejak 10 Januari di 1,311.66 dollar pada hari Rabu. Emas berjangka AS naik 0,2 persen pada 1,317.40 dollar per ounce.

Federal Reserve akan mematuhi rencananya untuk “mantap, bertahap” kenaikan suku bunga, kata Presiden Federal Reserve Bank San Francisco John Williams pada hari Rabu meski pasar girsi dan data kuat mengenai pertumbuhan upah AS yang memiliki ikatan harga pedagang dalam kenaikan inflasi yang lebih cepat.

Namun, kenaikan harga yang melambat di Amerika Serikat memberikan ruang Federal Reserve untuk menunda suku bunga meningkat sampai setidaknya pertengahan 2018, kata Presiden Federal Reserve Chicago Charles Evans pada hari Rabu.

Dollar AS naik pada hari Rabu, menandai keuntungan yang terbesar satu hari lebih dari tiga bulan terhadap sekeranjang mata uang. Indeks dollar stabil di 90.289 pada hari Kamis. Sebagian besar kekuatan dollar berasal dari kelemahan euro menyusul laporan bahwa pemimpin Sosial Jerman Demokrat (SPD), Martin Schulz, tidak akan mengambil alih sebagai menteri keuangan untuk ekonomi terbesar di Eropa.