Output Industri China Januari-Februari Naik 7,2 Persen

Output industri China tumbuh 7,2 persen dalam dua bulan pertama tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, sementara pertumbuhan investasi fixed-asset meningkat menjadi 7,9 persen, keduanya dengan mudah mengalahkan ekspektasi.

Analis yang disurvei oleh Reuters telah memperkirakan pertumbuhan output industri akan turun sedikit menjadi 6,1 persen dari 6,2 persen pada Desember, tertekan oleh pembatasan polusi musim dingin yang ketat.

Investasi aset tetap diperkirakan tumbuh 7,0 persen, turun dari 7,2 persen sepanjang 2017.

Investasi fixed-asset sektor swasta naik 8,1 persen, dibandingkan dengan kenaikan 6,0 persen pada 2017. Investasi swasta menyumbang sekitar 60 persen dari keseluruhan investasi di China.

Penjualan ritel naik 9,7 persen pada tahun ini, kata Biro Statistik Nasional pada hari Rabu (14/03/18), sedikit di bawah ekspektasi. Analis memperkirakan pertumbuhan penjualan akan meningkat menjadi 9,8 persen dari 9,4 persen pada Desember.

China menggabungkan data aktivitas Januari dan Februari dalam upaya untuk menghaluskan distorsi musiman yang disebabkan oleh waktu liburan Tahun Baru Imlek yang panjang, yang dimulai pada pertengahan Februari tahun ini namun jatuh pada bulan Januari tahun lalu.

China menargetkan pertumbuhan penjualan ritel sekitar 10% tahun ini, namun belum mengumumkan tujuan untuk output industri atau investasi aset tetap.

Perdana Menteri Li Keqiang mengatakan pekan lalu bahwa China bertujuan untuk memperluas ekonominya sekitar 6,5 persen tahun ini, tingkat yang sama dengan yang diraihnya pada tahun 2017, berkat sebagian besar pengeluaran infrastruktur pemerintah dan pinjaman bank.